LiteraSIP

2 Juni 2024

Puisi-Puisi Imam Khoironi

Oleh Imam Khoironi*

 

 

Badut Pesta

Kehidupanku adalah lelucon
kematianku adalah tragedi
seiring waktu
ia diingat sebagai komedi
lagi, hingga orang-orang lapar tawa
dan haus pertunjukan

Aku badut pesta
pada perayaan semalam
aku membunuh semua hadirin
dan menyisakan sepotong kue
dan lilin yang enggan padam
saat kutiup dengan pelan

Maka aku ambil gergaji
untuk membuat hidupnya bergerigi
dan memotong tenggorokanku
kutarik paru-paruku yang penuh asap cerutu
kutumpahkan tidal yang tersisa
sambil berkata
“selamat ulang tahun kematian”

Aku badut pesta
kehidupanku adalah lelucon
kematianku setara tragedi
Bayar aku dengan nyawa
sebab kupertaruhkan jiwaku
pada pesta-pesta yang jalang

Bandar Lampung, Oktober 2023

 

Komedi

Kudengar leluconmu pagi itu
Udara masih ganjil tertiup dari barat laut
Menuju hidungmu yang kembang kempis
Menata kehidupan yang tak kunjung bisa rapih
Serapih sumpah serapah ibu bapak kita

Harapan yang terkunci di masa lalu
Mengunjungiku semalam
Di mimpi yang kubuat dengan cara terindah
Di tidur yang kubuka dengan menghitung kancing bajumu

Kurapal doa pada halaman terakhir buku yasin
Yang tersampul muka kakekku
Konon ia dapat mengusir ketakutan
Dan mendatangkan api pada hantu-hantu
Semula kukira itu hanya komedi
Sampai nyala lampu di kamarmu padam
Dan kita masih terjaga

“Aku lebih takut sepi ketimbang gelap”
Katamu gemetar menatap ruang kosong
di mataku

Bandar Lampung, 31 Mei 2023

 

Puncak Komedi

Akan aku ziarahi, luka-luka yang kemarin
telah menelanjangi dirinya
tanpa rasa malu
meski dengan jijik
mereka berbaju lagi
kembali ke pemakaman
dengan merunduk dan sengau
suara tangis

Ada ratapan-ratapan dari balik nisan
penyesalan atas kekalahan
suara yang terabai demi seonggok tawa
dan parau denyut ceria

Akan kudatangi kembali
Rumah-rumah biru
kursi-kursi rapuh
tempatmu duduk dan melayang
tertolak di neraka
terhempas dari nirwana

Kulawat engkau dengan hormat
dan hening cerita luka
yang terbang ke puncak perayaan

Pada reruntuhan tubuhmu
kumelarung bias nyala rindu
yang tampak bening
di mimbar agung pertunjukan
aku bersumpah
tak ada perayaan paling megah
selain menertawakan jiwa yang musnah

Lampung, September 2023

 

===

*Imam Khoironi. Lahir di desa Cintamulya 18 Februari 2000. Mahasiswa S1 Pendidikan Bahasa Inggris UIN Raden Intan Lampung. Buku puisinya berjudul Denting Jam Dinding (2019). Karya-karyanya pernah dimuat di berbagai media online. Puisinya masuk dalam buku Negeri Rantau; Dari Negeri Poci 10 dan banyak antologi puisi lainnya.

 

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *