LiteraSIP

28 Januari 2024

Puisi-Puisi Kurliyadi

Oleh Kurliyadi*

 

 

YANG KITA INGAT

 jalan sedikit menikung, pagar-pagar kebun pohon berduri
dengan mata telanjang kau akan melihat luas segara
terkadang kami anak-anak kuat memanjat dan  berteriak
menyebut nama-nama ikan dan lokan ataupun nama pahlawan
, berteriak lagi pada pesawat-pesawat yang terbang di atas bubungan rumah
meminta uang “kapaaaal menta’a pessenaaaa”

di tepian pantai pasir-pasir memberikan cara lain
agar bisa dipilah dijual sebagai larutan penyegar kehidupan
siapa saja boleh ambil bagian agar halaman rumahnya tetap
terlihat bersih, jauh dari keburukan-keburukan yang lain.
terkadang ayah akan tetap melaut meski angin barat menakutkan perasaan ibu,
seperti arungan yang dalam ayah selalu mendalamkan niat
sebab ikan tak selalu berjanji untuk dibawa pulang
di mana berjuang di laut adalah cara lelaki membuktikan batang kesaktian

ibu adalah pelayaran terakhir ayah, baginya segala di mata ibu
adalah istana, di mana hati pikiran merajut banyak kisah fana,
seperti asin laut di tubuh ayah tak selalu asin di lidah ibu
namun senyum ibu menjadi air lautan yang luas tanpa
merasakan gelombang datang silih berganti
ingin menutup pintu hati yang terbuka suci
sebagai jalan lain menuju selatan ke utara dari amukan godaan rajut asa

yang kita ingat tetap akan sama, tanah-laut dan langit
mengabdi kepada wangi tanah  Nemor yang kering dan
basah hujan Nambhara’nya
yang datang sebagai gurindam musim
selalu dirindukan sebagai wahyu kepulangan
di mana usia kita melepaskan masa kanak tak sia-sia

Gili genting 2023

 

LEMARI

di dalam hati seorang pendengar setia
radio adalah cara asyik melebihi kebahagiaan yang lain
tiada lagi rahasia di simpan
dalam lemari tua yang kau beli di toko perabotan tahun lalu
setiap kali pintu terbuka kau selalu tersenyum
bersama senja kian tua lebih dari tanggal tua

tas jinjing, sepatu dan payung selalu tersimpan rapi
hujan begitu ramah menyapa dan matahari tetap tumbuh sebagai penyedap rasa
air sungai dan laut tumbuh subur di kail dan perut ikan
tak perlu khawatir untuk makan hidup yang kian meradang sakit

kita ternyata manusia yang menyerupai lemari
menyimpan segala rahasia yang terkadang tak penting
menyimpan bau kenangan yang amis waktu membuang usia
juga terkadang lupa bagaimana menyimpan baju dan celana
sebab kita mesti mengingat bagaimana asal mula lemari dan isinya

Gili genting 2023

 

KASET JADUL

 telah aku putuskan bagaimana menjumpaimu
seiring waktu, seiring usia tak ingin cepat tua
seperti kaset jadul terus saja di putar di kamar ibu
terkadang ibu tak akan beranjak memasak
sebelum ida laila menyanyikan sepiring berduanya
katanya ia mengingat bapak yang sedang berlayar di rantau orang

seperti menemukan bahasa lain
lagu-lagu jadul ibu menghipnotis duniaku
membawa seperangkat bagian intim, mengudara dan mabuk
terkadang aku ikut bernyanyi, joget bahkan aku lupa
sudah berapa lagu diputar berkali dan serupa
aku sadar ini sudah terlalu manis seperti gula merah
di dalam kolak pisang raja

kaset jadul adalah cara terbaik memutar kenangan
bahkan larik-lariknya menggelitik dan memang sesuai
tidak seperti zaman sekarang, saat aku beranjak dewasa
ada beberapa lagu yang melebihi umur pendengarnya
dan larik-lariknya hanya berita lain dari penderitaan diri sendiri
tak sesuai kehendak hati dan nilai agama juga etika bangsa

Gili genting 2023

 

RANJANG

kata-kata selalu tumbuh bersama sorot lampu kamar
kata-kata yang luput dari embusan musim
berjalan seperti lipstik di balik bibirmu yang ranum
ada wajah rembulan gambar boneka
selagi ada waktu mari bercerita, mari bercinta sampai pagi cerah

di sanalah tempat paling nyaman
entah sebagai luapan rasa lelah atau hanya pembungkus bahagia
dan pereda sedih, nyeri tangis basah air mata
atau sebagai hal lembut selain elusan tangan kekasih
sebab bantal guling menjadi teman paling nyaman
tanpa memikirkan hujan di luar semakin merendam halaman

di atas ranjang segala peristiwa tak terduga
di atas ranjang gema musik mengiringi tidur panjang
di mana mimpi terkadang datang sebagai kasih damai
melempar kenyataan ke dalam kesunyian yang menunggu giliran tayang

Gili genting 2023

 

===

*Kurliyadi lahir di Madura, suka nonton film di Netflix dan mungkin membaca buku.

 

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *