LiteraSIP

19 Mei 2024

Puisi-Puisi Said Kusuma

Oleh Said Kusuma*

 

 

Jazirah Kesunyian

telinga kita terisi pasir-pasir
yang diinjak Santiago dan Alquimista
sebelum pena Coelho menemukan mereka

kata-kata kita berdebu
menggebu seperti dansa Sancho Panza
sebelum Cervantes menitipkan Don Quixote kepadanya

sejauh mata memandang, cuma ada
dataran tak bernama, dipenuhi kehampaan
dan ingatan adalah makhluk paling purba
menetas jauh sebelum semua dongeng dicetuskan

–Jakarta 28042024

 

Ibukota Negeri Unta

kabar burung mengicaukan kepastian migrasi
keluar dari gurun yang telanjur memaksa kita beradaptasi

badai pasir takkan berpetir, tapi
kesunyian begitu menggelegar

kemudian tubuh kata-kata menggelepar
unta-unta membisu usai penebusan suara
jejak-jejak memudar dari habitat yang terpugar

punuk-punuk gemuk
digiring ke oase baru
terisi lagi, agar terasa lagi
nikmat buaian fa(k)tamorgana

–Jakarta 28042024

 

Kun

ini bukan lagi musim Descartes
kau tak harus dihujani pemikiran
untuk menumbuhkan keberadaan
ataupun menambahkan keberadaban

terimalah semestamu apa adanya
semua berasal dari hampa adanya
jangan sampai dahan di kepalamu
berbuah hipertensi, gara-gara terlalu
kukuh mengekalkan akar eksistensi

sedang Tuhan saja
mencetuskan sabda
jadi purwarupa bermacam kata
jauh sebelum surga dinamai
sebelum Adam dinyawai

–Jakarta 28042024

 

===

*Said Kusuma, pria asal Jakarta peraih juara I di Grup Puisi Om Dedi Tarhedi edisi Mei 2023, dan juara III Anugerah COMPETER Indonesia 2023 ini telah menulis karya yang tergabung dalam 25 buku antologi puisi dan cerpen.

 

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *