19 Februari 2023
Puisi-Puisi Yasir Arafat Stalin
Oleh : Yasir Arafat Stalin

ORANG-ORANG PESISIR V
Tak ada lagi bisik pasir
perihal risik girang gelombang
Pantai tak lagi tumbuh menjadi suluh
Di antara tubuh-tubuh yang acap
menyampirkan kesedihan paling kumuh
Orang-orang perkasa sarat kuasa
menimbun rimbun gedung-gedung angkuh
Pada mata yang kerap menampung gelisah
Sauh teronggok hening pada bening saga senja
Kail menjelma kuil duka, tempat bersemayam
segala luka
Orang-orang pesisir kembali susuri ribuan
pantai kesedihan
Segara hanyalah tinggal cerita-cerita purba
Bahwa mereka pernah setangguh karang
Tanpa harus mengeluh, mengadu pada waktu
yang curang
Pulau Pura, 2020
ORANG-ORANG PESISIR VI
telah ia sampaikan
kesedihan pada laut
perihal mimpi bocah-bocah
bertelanjang dada
perihal kayuh yang tak lagi
meneriaki gaduh pantai
pasir seolah berbisik,
“segalanya akan sia-sia, Tuan.”
sisa-sisa harapan digenggaman
menjelma repihan tangisan
yang berulang-ulang terserak
pada punggung tangan
yang kerap memintal doa
telah ia sampaikan
sekali lagi kesedihan pada laut
perihal lelah menyusun siasat
tanpa harus menjadi bangsat
memang segalanya sia-sia
pun akan menjadi sisa-sisa
harapan hampa
Pulau Pura, 2020
ORANG-ORANG PESISIR VII
perahu telah karam
kail tergantung kelam
kepada malam
mereka gantungkan asa suram
yang tak lagi pernah menjelma pualam
Pulau Pura, 2020
ORANG-ORANG PESISIR VIII
/1/
gigil mengetuk pagi-pagi buta
ringkih tubuh menjamah
kantuk paling maha
mata-mata mengepal lelah
ke langit kamar
lengking surau bersuara samar
jatuh di antara telinga
yang saban menampung
duka kabar
/2/
sepiring nasi basi
kemarin pagi
terjamah ramah mulut-mulut
bahagia sarat kecemasan
lapang dada menimbun tabah
pada tanah sendiri
hidup serupa nampan tak terisi
kosong, hanya dipenuhi
belatung-belatung kemunafikan
/3/
gegas tubuh merangkul air mata
di antara air suci
tirakat hati dalam sembah
sebab tubuh acap bersimbah duka
lamat-lamat gema
panggilan Tuhan mengangkasa
dan raga kembali lagi
menekuri jalan sunyi
Pulau Pura, 2020
==
*Yasir Arafat Stalin, lahir dan menetap di Kalabahi-Kabupaten Alor, NTT dan saat ini mengabdi menjadi tenaga pengajar di UPTD SMP Negeri Latang, Kecamatan Pulau Pura, Kabupaten Alor NTT.