LiteraSIP

29 Oktober 2023

Puisi-Puisi Yuris Julian

Oleh Yuris Julian*

 

 

Sepanjang Jalur Orang Lalu

Di abad ke 12
kota berkubu dari peluhmu
seperti konsensus kekuasaan
dapat dipecah-pecah
menjadi argumen
yang membosankan

Tanpa menguras tenaga
serta mengusut pertanyaan
yang tak ada kaitannya
dengan sepasang badut Batavia

Maka untuk memperagakan
suatu konfrontasi yang dramatik
perlu berdoa dengan irama ganjil
agar warna dan jumlah kejahatan
dapat ditekan populasinya

Lewat transportasi trem
jejak 1869 yang terus menjauh
pulang satu demi satu
menulis sejarahnya
dengan bahasa Indonesia yang lelah

Sebuah kemerdekaan
dibangun agak lebih kelit
dari sebab apa yang bermula
sebagai masa lalu,
di tangan keriputmu.

 2023

 

Belajar Berkultivasi

Saat itulah
tubuhmu bersinar
menjadi serpihan cahaya

Jam sebelas siang
jalan Bogor Sukabumi
yang berlubang itu
seperti kehidupan
para buruh

Untuk perubahan
teruslah catat
sebelum dihapus
tangan raksasa

Kini pikiran orang-orang
mengikuti arah angin
berpindah-pindah
dari amerika, ke korea,
dari jepang, ke china,
dan hasilnya
baru separuh jalan
ada seribu kereta api
menjemput anak-anak
yang telah cukup umur
untuk diajak pergi.

2023

 

Para Kafilah dalam Serial Animasi

Berhentilah
menjadi seorang Valkyrie
ketika kursi kerajaan
yang berlumpur itu
membuat umat manusia
tenggelam dan masuk
ke dimensi lain

Bermula dari buzzer
mengadaptasi sebuah dongeng
yang dilampirkan
di kolom-kolom komentar :
Facebook, Instagram, Twitter,
Tiktok dan YouTube.

Demi menegakkan nilai-nilai luhur
sesekali berceritalah
tentang seorang bocah lapar
agar dunia bisa bertindak adil
di masa depan

Mengingat perampok rempah-rempah
telah disumpahi nenek moyang
dan dikutuk menjadi semangkuk cemas
di altar kayu

Kembali ke era ini
hal yang paling mustahil dilakukan
adalah menghapus percintaan
dari romantisme sejarah
yang menolak jadi hantu

 2023

 

Film Laga : Sebuah Sekte Perias Jenazah

Malam itu siaran televisi
penuh serdadu-serdadu
yang belum selesai,
belum bisa,
memperhitungkan arti 2,4
ratusan nyawa.

Inikah ketentraman?
pembunuhan yang berselimutkan
sarung cap tikus
dan orang-orang kalah
bicara tentang revolusi
di balik letusan
para pemabuk masa depan.

Bulan sering turun
sebelum langit berganti
sebelum dinding buta
menciptakan bayang-bayang
yang cermat dan hati-hati
tanpa pandang bulu

Dalam keadaan darurat
keberanian adalah jalan setapak
yang sebenarnya dahsyat
tapi tersisih dan terkotak

 2023

 

Lagu Para Pengungsi

Jam sebelas malam
sebuah halte
selesai memasukan Mao Tse-tung
dalam sajak penuh darah

Demikianlah saat itu
stasiun televisi
mempertontonkan Negara
yang dirancang untuk perang
dulu, tapi detik ini luka-luka peluru
lebur dalam peristiwa.

Susah benar dunia pertama
membuat isyarat yang sejak lama
mencari lambang, mencari makna,
sehingga hampir tertutup pintu restu,
jika hidup harus maju dan serbu.

Kini rasa cemas
telah menjelma pisau
merobek separuh hal
yang tak masuk akal
Misalnya, orang-orang terusir
di tanah purbanya sendiri.

 2023

 

===

Yuris Julian, lahir di Sukabumi, Jawa Barat. Ia menulis puisi yang disiarkan di beberapa media cetak dan elektronik serta termaktub dalam sejumlah buku antologi bersama. Kini, bekerja dan menetap di Jakarta.

 

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *