LiteraSIP

22 Januari 2023

Sajak-Sajak Imam Budiman

Oleh : Imam Budiman*

 

Setelah Tahun Baru

di batas mana rumah tak terkasihi

tahun beralih atas kehendak tuhan
dan kota di jantungmu tetap basah
di mana aku bisa pulang
atau sekadar singgah

barangkali bumi tergesa, kaki-kaki
melambat, kepala lepas dari tubuh
mata memasung kata
ada senyap di selatan

lampu-lampu teduh, cahaya
yang berkisah perihal suluh
hari-hari yang putih

kepada siapa mesti bertamu
ketika semua hal telah asing

Ciputat, 2022—2023

 

Pelajaran Mencari

aku berjalan ke timur, menjahit tubuh
menyembuhkan diri sendiri dari segala teluh

aku melewati sebuah toko sepi pembeli,
sore yang luruh. cinta tak dijual di pasar ini.

aku terkenang masa kanak di kampung
menangis sepanjang hari, barangkali
seperti hari ini, seperti hari ini.

: bahasa tak mencuri berat badanku,
saat esok aku mencari diriku yang lain.

Ciputat, 2022

 

Merasakan Demam

karena menyusun jasad yang pecah tak serupa
meruntut teka-teki di lembar akhir surat kabar
maka kukirimkan amsal suhu ini
untuk menirukan linu sendimu

Ciputat, 2022

 

Ziarah Musim

jangan dulu kau terbang ke selatan yang lain, agar
kau pastikan bahwa hidup bukan sekadar nujuman.
sebab bermukim di etalase bunga, di lain musim
dingin mengepung—melenyapkan dirimu di sini.

Ciputat, 2022

 

Di dalam Kamar

ketika benda-benda di kamarmu belajar berbicara
menjadi fasih, menjadi komposisi bunyi, berganti
menghafal kesedihan satu per satu
pada sebuah daftar yang berlarian

apakah di surga nanti sepasang jendela akan tetap
merahasiakan dirinya bersama kisah paling kelam

Ciputat, 2023

 

Sebagai Musafir

surga tidak dingin dalam selimut
hanya sunyi yang asing sesekali

bukankah musafir adalah isim yang kau kenakan
sekaligus kau tanggalkan di senja akhir
setelah menyisih lapar yang panjang

musafir menyusun dusun atau lembah atau arah
sebagai identitas atau semacam penanda tuhan
bagi ruang, bagi pulang yang tak tersebutkan

Ciputat, 2023

 

===

*Imam Budiman, kelahiran Samarinda, Kalimantan Timur. Menyelesaikan kuliah di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dan Darus-Sunnah International Institute for Hadith Sciences. Semasa kuliah, turut aktif di Komunitas Diskusi dan Kajian Sastra Rusabesi. Biografi singkat dirinya termaktub dalam buku: Apa dan Siapa Penyair Indonesia (Yayasan Hari Puisi Indonesia, 2017); Ensiklopedia Penulis Sastra Indonesia di Provinsi Banten (Kantor Bahasa Banten, 2020); dan Leksikon Penyair Kalimantan Selatan 1930–2020 (Tahura Media, 2020).

Karya-karyanya tersebar di berbagai media cetak nasional seperti: Tempo, Media Indonesia, Pikiran Rakyat, Indopos, Majalah Sagang Budaya, Majalah Sastra Kandaga, dll. Pada tahun 2017 meraih Penghargaan Student Achievement Award, kategori karya Sastra, dari Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Kini, mengabdikan diri sebagai Pendidik Bahasa dan Sastra Indonesia di Madrasah Darus-Sunnah dan SMA Adzkia Daarut-Tauhiid.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *