LiteraSIP

Puisi

Puisi-Puisi Yanwi Mudrikah

16 Maret 2025 Puisi-Puisi Yanwi Mudrikah Oleh Yanwi Mudrikah*     Ziarah Air (Musibah Banjir) ketika air memaksa hadir segalanya hancur, lebur orang-orang panik orang-orang cemas orang-orang menangis ketika air memaksa hadir (dengan) tiba-tiba semuanya lenyap dari sudut ke sudut ketika air memaksa hadir tolong! tolong! tolong! ketika air memaksa hadir surut! surut! surut! Ketika …

Puisi-Puisi Yanwi Mudrikah Read More »

Puisi-Puisi Achmad Ibnu Ibad

9 Maret 2025 Puisi-Puisi Achmad Ibnu Ibad Oleh Achmad Ibnu Ibad*     Kafe Musim Dingin   –Suatu hari pada bulan Oktober 1975 dinding membisiki angin tentang kertas yang menguning, dihembus oleh sayup merembes pori-pori memori tertulis di serat-seratnya yang lalu adalah Amal dua kursi cokelat bercengkerama merisikkan faransawi dan syai pada meja yang menjelma …

Puisi-Puisi Achmad Ibnu Ibad Read More »

Puisi-Puisi Ari Sakti Dwi Putra

2 Maret 2025 Puisi-Puisi Ari Sakti Dwi Putra Oleh Ari Sakti Dwi Putra*     Kontemplasi Tubuh Di muka air kali Dua tubuh saling menafsir Meraba pokok waktu sekalipun hari yang kulakoni adalah masa lawas yang ampas, aku terus merambak di tapal sunyi nan waswas Ada yang singset dalam penantian Ada yang sungsang di puncak …

Puisi-Puisi Ari Sakti Dwi Putra Read More »

Puisi-Puisi Kha. Majdi

23 Februari 2025 Puisi-Puisi Kha. Majdi Oleh Kha. Majdi*     Rumah apakah kita perlu meninggalkan rumah; sementara kasur ayah telah lapuk dan baju kebaya ibu telak lusuh. pintu-pintu rumah menyemburkan debu dan aroma dapur tak lagi berisi resep ibu: lumut hijau dan cabai kering setahun. apakah kita perlu pulang ke rumah; sedang ayah hanya …

Puisi-Puisi Kha. Majdi Read More »

Puisi-Puisi Miaaharun

16 Februari 2025 Puisi-Puisi Miaaharun Oleh Miaaharun*     Pelayaran Ombakku, ombakmu meletus Perahu kita relai Anak-anak berteriak Kita akan tenggelam! Kita tidak memilih kau Kita tidak memilih mu Kita memilih-Nya Tidur melampungi kita Angin menopang badan-badan kita Pantai menanti kesadaran kita. Kita selamat!   Kemudian, ketika kita kembali berkendara Kemudian, ketika kita kembali berkendara …

Puisi-Puisi Miaaharun Read More »

Puisi-Puisi Polanco S. Achri

9 Februari 2025 Puisi-Puisi Polanco S. Achri Oleh Polanco S. Achri*     Kuatrin-Kuatrin untuk Issa 1. Hidup lama tetapi terbelenggu, atau hidup sejenak tetapi lepas bebas. Burung dan kupu bercakap itu, duh, Issa, yang tengah duduk di teras. 2. Di luar mendung, masuklah masuk, oh, tuan capung; berdiamlah sejenak, di pondok ini hingga reda. …

Puisi-Puisi Polanco S. Achri Read More »

Puisi-Puisi Christya Dewi Eka

2 Februari 2025 Puisi-Puisi Christya Dewi Eka Oleh Christya Dewi Eka*     Kenanga di Pelinggih Setangkup kenanga menuju pelinggih Satu per satu luruh menciumi pusara tanpa nama Jauh dari deru peluru, ratap ayah-ibu, dan lingkar samsara Ini bukan kematian, sayangku Tapi, kelana jiwa menuju tangan dewata   Tabang di Rembang Petang Sebatang tabang di …

Puisi-Puisi Christya Dewi Eka Read More »

Puisi-Puisi Bob A. Sitorus

26 Januari 2025 Puisi-Puisi Bob A. Sitorus Oleh Bob A. Sitorus     Pada Suatu Hari pada suatu hari akan kau temui tubuh yang gigil derak suara yang memanggil menyeru sepotong nama yang tak asing kau dengar derunya pada suatu hari akan kau dapati seonggok tubuh yang koyak-kapuk di hamparan warna subuh setelah saban malam …

Puisi-Puisi Bob A. Sitorus Read More »

Puisi-Puisi Budi Saputra

19 Januari 2025 Puisi-Puisi Budi Saputra Oleh Budi Saputra*     Meneroka Merapi di antara tanah-tanah karst, di antara tanah-tanah subur dalam sedekap lingga menuju tepian yoni, bahwa semua senantiasa mawas diri. turun temurun dalam ranji, sebagaimana mengenal mori, mori yang dililitkan ke pohon resan tepian telaga sebagai memayu hayuning bawana dalam semburat harmoni. di …

Puisi-Puisi Budi Saputra Read More »

Puisi-Puisi Muhammad Syahroni

12 Januari 2025 Puisi-Puisi Muhammad Syahroni Oleh Muhammad Syahroni*     Mair I ketika musim berakhir dan kita telah menjadi genap menyusun semua rumpang dalam diri kita. kita pun telah kembali menempuh jalan yang panjang di kota-kota putih di waktu-waktu memanjang. semua terasa sunyi semua terasa begitu ringan dan suara-suara telah kembali ke pemiliknya. kita …

Puisi-Puisi Muhammad Syahroni Read More »