19 November 2023
Puisi-Puisi Dzikron Rachmadi
Oleh Dzikron Rachmadi*

pada suatu musim
atau yang kita sebut kebebasan
-usai kutukan makin tak terkendali;
masa lampau adalah kemarau,
masa depan senantiasa daratan yang menolak gersang.
tetapi musim akanlah selalu meriah
selagi langit tulus menggenggami bunga-bunga air—& kau
pun bergegas menjelma langit
mengguyuri hujan sekaligus terik pada tubuhku yang bumi.
seketika,
kunang-kunang beterbangan
usai menumbuhkan sinar-sinar tajam
dari dada kita,
“o, setajam kebebasan!”
pare, 2023
predestinasi
: Gaza
-kelak, di ketinggian doa ini,
kita gerombolan dara gurun yang direstui musim penghujan
sebagai penghuni mata tuhan.
meski toh, dendam lebih memilih melilitkan lidahnya pada dada kita
merupa garang api;
kita tetap menolak terbakar
setelah rudal-rudal mereka coba
menyesatkan laju terbang kita ke sorga.
pare, 2023
tabur bintang
-pernahkah kau
membayangkan:
bila nanti kau
mati, kekasihku,
selamanya aku
tabah memelukmu
sebagai tanah kuburmu.
& tuhan kemudian datang
—menziarahi kita dengan
menaburkan segenggam bintang
yang memekarkan keabadian.
pare, 2023
malam dalam intro
-kemudian,
kita memutuskan ‘tuk
menyusuri dada masing-masing.
“tenang!”
malam alangkah cair,
kita seduh jadi secangkir
kopi di pinggir keletihan ini,
sekali lagi.
sekali lagi.
pare, 2023
===
*Dzikron Rachmadi, lahir dan berdomisili di Pare, Kabupaten Kediri. Pernah belajar di Prodi PAI FTIK IAIN Kediri. Beberapa puisinya telah dimuat di media onlinem dan buku antologi puisi lomba.