LiteraSIP

22 Oktober 2023

Puisi-Puisi Jun Desember

Oleh Jun Desember*

 

 

DIBAKAR SENJA

di tepi pantai, kita berdua duduk dibakar senja
laut menguap ke dalam matamu
menyiram tubuhku yang menggigil

aku angin yang putus asa
mengejar tubuhmu yang tak ingin
dipeluk dingin

aku berpetualang mencari kehangatan
yang tak kudapatkan di bibirmu

lalu aku tersesat di matamu
yang tidak henti diguyur pilu

(2023)

 

RINTIK PUISI

sepedih apapun puisi, ia sanggup merawat hati yang patah, mendamaikan cinta dari kemarahan sesaat, menenangkan kegaduhan dalam kepala yang penat.

dengan puisi, kenangan bisa tersenyum lebar tanpa perlu khawatir akan luka masa lalu.

kepada puisi, air mataku pulang dan segala kesedihan hanyut ke dalam palung.

karena puisi, kau berbaring di dadaku berhari-hari. menghidupkan cinta yang sudah lama mati.

(2023)

 

SEPERTI PUISI YANG KAU BACA HARI INI

aku seperti awan yang kau lihat sore hari, sedikit gelap dan muram namun memberikan keteduhan yang sanggup menenangkan gemuruh di dadamu.

malam hari, aku seperti remang rembulan yang membantumu memejamkan mata luka yang seolah tidak ada habisnya ingin membuatmu menangis.

aku seperti pukul 2 pagi yang meredakan suara-suara bising di kepala. dengan senang hati aku merebahkan punggungku untukmu bersandar.

sunyi tiba, aku seperti puisi yang kau baca hari ini; sesak dan sendu. lewat kata-kata pilu aku sampaikan seluruh bait rindu kepadamu.

(2023)

 

TIDAK ADA BAHASA PUISI Di PUISI INI

tidak ada bahasa puisi di puisi ini
hanya ada halaman kosong belakang rumah
yang sudah bertahun-tahun diisi kesunyian

dulu kita pernah duduk di sana
merangkai kata dan peluk
juga air mata sebelum memutuskan berpisah

tidak ada bahasa puisi di puisi ini
hanya ada satu kamar tidur yang sudah
bertahun-tahun kau tinggalkan

dulu kita pernah bermimpi
merangkai masa depan bersama
sebelum sampai jumpa menyapa

tidak ada bahasa puisi di puisi ini
hanya ada rumah belantara yang setiap ruangnya
ditumbuhi oleh kenangan

(2023)

 

===

*Jun Desember, lahir di Cirebon, Jawa Barat, 27 Desember 1996. Puisi-puisinya pernah dimuat di berbagai media online dan bisa ditemukan dalam buku antologi.

 

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *