11 Februari 2024
Puisi-Puisi Mh. Dzulkarnain
Oleh Mh. Dzulkarnain

DI GAZEBO ITU
di gazebo itu
aku duduk bersandar menghisap waktu
memeras ampas kata dari hujan yang berjatuhan
dingin.
ya, begitulah romantika hujan
pada setiap tubuh yang rindu pelukan
di jendela mataku, terlihat
sore kehilangan senja
ia bersedih pada dedaunan, pada halaman,
pada jalanan, pada tanah lapang
dan padaku juga ia geram
katanya, tak ada lagi sepasang kekasih
yang saling bercumbu dipangkunya.
tak ada tamu apalagi temu antara mereka
tinggal hening yang bising di telinga
di gazebo itu
hujan beranjak dan meninggalkan anak sajak
Bandung, 2024
LAMPU-LAMPU KOTA
kuning remang-remang
menyoroti kursi dan pejalan kaki
laron-laron pada menghampiri
baginya lampu-lampu kota adalah tuhan terindah
bila jam satu malam
apalagi ditambah gerimis ataupun hujan
lampu-lampu kota itu menyihir puisi-puisiku
dengan namamu
Bandung, 2024
RUMAH
pada tembok dan atap yang disusun doa-doa
aku berlindung dari panas dan dinginnya kota
biarlah tak ada kamar dan dapur
yang buat aku nyenyak dan kenyang
setidaknya ia tempat untuk aku menampung halu dan rindu
yang meluap-luap ke pemukiman
biarlah tak ada meja dan kursi
yang biasa menyambut kedatangan atau kepulangan kekasih
mungkin teras panjang dan tikar daun siwalan
terasa cukup untuk menemani setiap persinggahan
biarlah tak ada pintu dan jendela
yang biasa ditutup dan dibuka paksa
sebab aku ingin angan dan angin keluar-masuk lebih ramah
dan lebih nyaman dari biasanya
inilah rumah yang kubangun di kepala
yang penghuninya cuma kita
Bandung, 2024
UTOPIA PADA TUBUHMU
di tubuhmu
aku ingin narasi lebih lama
aku ingin sedih lebih ramah
& aku tak ingin kapal-kapal itu berlabuh padamu
cukup aku dan perahuku
Tuhan yang bersemayang di pelipis matamu
menolak nyenyak malam-malamku
mungkin, aku bakal tanggal dalam pelukanmu
tempat tersorga bagi tubuh-tubuhku
Bandung, 2024
===
*Dzulkarnain. Mahasiswa UIN Sunan Gunung Djati Bandung. Pemuda kelahiran Sumenep Madura yang mencintai puisi sejak nyantri di PP. Annuqayah. Salah satu Kontributor Puisi pada Antologi Puisi Dari Negeri Poci Ke-11 KHATuLISTIWA (Jakarta-2021), Antologi Puisi Dari Negeri Poci Ke-12 RAJA KELANA (Jakarta-2022), Antologi Puisi Dari Negeri Poci Ke-13 KULMINASI (Jakarta-2023). Antologi Puisi Nusantara (Indonesia-Malaysia-Singapura) ‘Identitas, Kemanusian, Kampung Halaman’ (2023), dll. Karya-karyanya dapat dijumpai di beberapa Media Online, Majalah, Surat Kabar/Koran Harian dll.