Puisi-Puisi Anindita Buyung
7 September 2025 Puisi-Puisi Anindita Buyung Oleh Anindita Buyung* Tempuh /1/ mari kita mulai perbincangan dengan melupakan hujan yang berhenti doa-doa urung disiarkan pelantang sementara azan mulai berkumandang bumi siap menangkap langkah yang kembali lekas atau tubuh yang akhirnya rebah didekap tanah di pelupuk mata tumbuh bayang-bayang dari seluk hati yang menyerah atau …





